Minggu, 06 Maret 2011

Aku Bukan Musyafir (Bagian II)


by Mukhtarodin Widodo
Ia tutup pertemuan ini dengan kalimat yang telah sekian lama terajut dalam kehidupannya, "Nak, tidaklah engkau akan menemui kemuliaan sejati dari Tuhan di setiap perjalananmu, jikalau engkau tak peduli akan amanah dari Tuhan yang dititipkan-Nya pada setiap makhluk yang dijadikan oleh-Nya di muka bumi dan di kolong langit ini, bahkan kerikil dan pasir yang engkau injak pun membawa amanah dari-Nya, maka carilah apa yang diamanahkan kepadamu dan Tuhan tidak akan menyiakan perjalananmu selama ini.". Kulihati pasir dan kerikil yang menopang alas kakiku ini. Aku tersadar selama ini aku tak pernah mengerti untuk apa aku meramaikan dunia ini, tanpa akupun dunia ini sudah ramai dan apa tujuan Tuhan menyuruhku membuat jejak ratusan kilometer jauhnya, tiadalah berarti langkah - langkah dalam hidupku selama ini. Perjalananku kali ini mungkin hanya kerinduan semata, lalu ke mana jejak - jejak yang kuukir di sepanjang jalan yang kulalui, apa hanya menyisakan goresansepatu lusuh ini yang pasti telah tersapu angin atau hujan. Bahkan tak pantaslah aku menyebut diriku seorang musyafir.
"Ah sudahlah, kusyukuri karena Tuhan masih memberiku kesempatan mencari amanah yang belum sempat kucari itu. Dan aku tak akan 'mati' sebelum kupenuhi amanah dari-Nya." dalam hatiku.
Tak terasa ternyata butiran - butiran jagung yang tadi sempat mengisi perut ini kini mungkin tak tersisa. Kusisipkan jari - jemariku ke kantung celanaku, kuambil semua lembaran terakhir dan hanya menyisakan serabut - serabut benang dan debu yang senantiasa mengisi kantungku ini.
"Mungkin tak ada salahnya jika lembaran kumal ini kutukarkan dengan dua kepal nasi untuk kunikmati bersama orang kaya yang telah memberiku bekal kehidupan ini." pikirku. Kulahap nasi yang telah kubeli tadi lalu aku berpamitan untuk meneruskan ukiran sepatu lusuhku dan berharap dapat menemukan harta yang mulai saat ini akan kucari.
"Ah tak apalah uangku habis, setidaknya aku masih mempunyai Tuhan Yang Maha Kaya." kuhilangkan keraguanku untuk melangkah.

0 komentar:

Posting Komentar

Bisnis Online