Minggu, 06 Maret 2011

Aku Bukan Musyafir (Bagian III)


by Mukhtarodin Widodo
Kumulai kembali perjalanan pulangku. Di perempatan jalan kota berdiri kokoh tiang bermata tiga, ketika mata merahnya menyala, semua kaki dari kuda besi pun enggan untuk melangkah. Kutoleh barisan kendaraan yang berjajar menunggu padamnya mata merah yang menyala di tepi jalan ini. Kulihat tulisan yang sangat lekat dengan kampung halamanku, "Syekh Jangkung" terpampang di badan truk besar itu.
"Tuhan, Engkau memang Maha Pengasih dan kuakui Engkau memang Kaya!" kuteriakkan sambil berlari dan memanjat bak truk yang terlihat kosong itu, tak apalah bau asam bekas untuk mengangkut tapai yang amat menyengat ini menggelitik lubang hidungku, kurasakan terpaan angin malam kali ini begitu nikmat, senyumku kali ini untuk melepas kerinduanku serta syukurku pada-Nya.
Singkat cerita, akhir dari perjalananku kali ini adalah kuraih telapak ibuku dan kutempelkan keningku di tangannya, syukurku pada Tuhan tak terkira untuk perjalananku kali ini dan untuk selamanya.

0 komentar:

Posting Komentar

Bisnis Online